Aku lemah menjadi aku.
Aku tak pernah sehebat aku.
Aku terperdaya karena aku.
Aku... tak taulah siapa aku.
Aku.. tetaplah aku. Dengan segala lemahku. Yang tak sebanding Hebat(mu).
Selasa, 20 Januari 2015
Senin, 12 Januari 2015
Beramai. Bukan sendiri.
Basahnya bumi masih terasa karenanya.
Ia datang tak satu dua.
Beramai, kompak sekali.
...
Turunnya membasahi.
Hadirnya menyejukan hati.
Ia beramai, bukan sendiri.
....
Ia datang tak satu dua.
Beramai, kompak sekali.
...
Turunnya membasahi.
Hadirnya menyejukan hati.
Ia beramai, bukan sendiri.
....
karena Bersama itu bersulam ukhuwwah, membawa kabar gembira, dalam naungan Dakwah. ~
Sabtu, 29 November 2014
*Hari GURU, 25 November 2014*
Ini tentang satu hari setelahnya,
Rabu, 26 Desember 2014.
Inilah salah satu rekam keceriaan
kami (terakhir) di kelas yang..... saya terlanjur jatuh cinta disana.
Jelaslah terasa, mengapa Guru
begitu dicintai muridnya, mengapa Guru begitu ditiru lakunya.
Tak lain..
Karena dampak totalitas pengabdiannya.
Karena optimalitas ingin berbagi ilmu semata.
Karena, ada kebahagiaan kala melihat anak didiknya lebih hebat dr dirinya.
Dan,
'Hari Guru' tahun ini, teramat sangat berbeda..
Esensinya begitu terasa.
Kala, berkesempatan menjadi Guru dihadapan mereka.
Karena dampak totalitas pengabdiannya.
Karena optimalitas ingin berbagi ilmu semata.
Karena, ada kebahagiaan kala melihat anak didiknya lebih hebat dr dirinya.
Dan,
'Hari Guru' tahun ini, teramat sangat berbeda..
Esensinya begitu terasa.
Kala, berkesempatan menjadi Guru dihadapan mereka.
Selamat utkmu Guru, cukuplah
Jannah-Nya yg pantas menjadi hadiahmu, akan keikhlasan abdimu, dulu, kini, dan
nanti.
Sabtu, 26 Juli 2014
Dipenghujung 29 #Ramadhanku, ~
Memasuki detik akhir. Yep, 29. #Ramadhanku
Begitu banyak rangkaian episode terputar kali ini. Berbagai
aktor, berbagai cerita. #Ramadhanku
Mulai dari piala dunia, yang hampir berhasil mengganggu jam
tidur sebagian manusia.. yang sedihnya mengganggu ke-khusyuk-an sahur juga.
#Ramadhanku
Kemudian, ada pula ajang demokrasi 5 tahunan -pilpres- yang kali ini menguras
emosi & perasaan. Tak jarang jadi ajang fitnah sana sini. #Ramadhanku
Membanggakan jagoan dengan merendahkan lawan.. Padahal yang dijagokan saling bersalaman. Hanya
tambah dosa lisan perbuatan. its a democrazy. #Ramadhanku
Selanjutnya, yang sampai hari ini terjadi, yang sampai hari
ini memilukan hati, ialah Gaza yang tumpah ruah darah, yang kian terkikis karena
orang2 bengis. #Ramadhanku
Langit menyala2. Jeritan2 manusia memekikan telinga. Tak ada
tempat berbuka yang nyaman. Tak ada tempat sahur yang aman. #Gaza #Ramadhanku
Mayat wanita & anak2 bergelimpangan, namun mereka
brdalih bilang itu-salah-sasaran. Bom bagai hujan. Darah bagai sungai. Perih
kawan! #Gaza #Ramadhanku
Itu semua tadi, adalah cuplikan Ramadhan tahun ini. Itu semua tadi, adalah cuplikan-Ramadhan-tahun-ini.
#Ramadhanku
Spesial sekali. Ada ladang dosa kala berghibah, asyik
bicarakan tabiat buruk capres kubu lawannya yang sebenarnya (mungkin) tidak didasarkan
fakta...
....ada juga ladang Pahala berlimpah ruah bertabur berkah,
kala mau memberikan rezekinya utk saudara2 kita di Palestine sana. Di Gaza
sana.
Itu semua tadi.. Ya, Spesial sekali, bung! Tahun ini,
#Ramadhanku spesial sekali!
Tapi sayang... Sungguh sayang, bung. Aku hanya sibuk urusi
duniaku. Aku-hanya-Sibuk-kejar-targetan-ku. Targetan-dunia-ku. #Ramadhanku
Orientasiku hanya kertas berisi list-list duniawi. Yang ketika
berhasil ter 'Checked', kehabagiaannya hanya sesaat terasa. #Ramadhanku
Aku...... Sibuk sendiri. #Ramadhanku
Hingga akhirnya, seperti
anak manja yang keluar dari selimut tidurnya, membuka jendela, lantas tersadar
bahwa..... O Allah, #Ramadhanku akan pergi!
Panik. Ya, Panik. #Ramadhanku
Tapi seketika, #Ramadhanku berujar lembut.. "Aku tak
(akan) pernah pergi. Bahwa engkau saja yang
selama ini sibuk sendiri." Aku?
Hening. ~
#Ramadhanku pun berujar lembut lagi.. Bahwa engkau masih punya waktu, untuk bermesra denganku, menjadikanku media
bercengkrama dgn-Nya. O Allah..
Maka,tersadarlah aku,bumi-Nya yang megah selalu menanti
kening2 untuk bersujud pasrah. Langit-Nya yang luas selalu menanti uraian doa2
penuh pinta. #Ramadhanku
Tapi, selama ini, akunya saja yang pergi.. akunya saja yang
lari. Itu tadi, karena-sibuk-sendiri-urus-duniawi, yang tak akan pernah ada
habisnya kala dicari. #Ramadhanku
Bumi tetap beredar, Langit tetap mngangkasa.. artinya masih
menanti kening kita, doa kita.. Ya, masih ada waktu. #Ramadhanku blm benar2
berlalu.
Menuju akhir, tapi belum benar2 berakhir. Masih ada
kesempatan , dear :') grab it! #Ramadhanku
Toh, kala beradu pada pacuan kuda, mendekati finish kita
perkuat laju. Buka menyesali lambatnya lalu. #Ramadhan
Maka, Bismillah, masih ada beberapa waktu, sebelum semua
benar-benar berlalu… #Ramadhanku
Pun, kala semua memang harus berlalu, Semoga bukan penyesalan
yang kita rengkuh. #Ramadhanku
Akhirul kalam, Taqobalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa
shiyamakum. Allauhummaa aamiin.. #Ramadhanku
Ini kisah 'aku' di #Ramadhanku. Jika ada kesamaan rasa, ah, semoga Alloh ampuni
kita semua..
Sabtu, 28 Juni 2014
Dipenghujung 30 Sya'ban.. ~
Hanya
tinggal setapak, Ramadhan yang Mulia menyapa..
banyak
kisah berdenyut, banyak air mata terurai,
banyak
episode berubah haluan, banyak fase hidup berubah perkiraan
Hanya
tinggal setapak, Ramadhan yang Berkah menghampiri..
episode
kehidupan berkisah lain, teruntuk mereka.. yang telah dipanggil-Nya.
"Sahabatku Windya, tak ada perkenalan yang mendalam memang di antara kita. sesekali canda saja yang membuat kita tertawa bersama. Kau selalu dikelilingi sosok sahabat-sahabat sejati yang setia.
Cukuplah membuatku menilai engkau adalah teman yang kaya akan persahabatan dan cinta."
"Adikku Malla, Alloh buktikan bahwa jodoh pasti bertemu. Pertemuan singkat di SMP kala itu, Alloh sambung kemudian di musolah kecil tempo lalu. Siapa sangka, kita kembali menjadi 'senior-junior' di kampus hijau ini. Tatapan mu yg teduh, sapaanmu yang lembut, dan keantusiasanmu untuk terus mau belajar sering menjadi daya tarik tersendiri ketika berbincang dengan mu. Banyak yang kehilangan, bukan hanya jasadmu, tapi kebermanfaatanmu.Cukuplah itu menjadi bukti keshalihanmu, adikku."
---Allahummagfirlaha,
warhamha, wa'aafiha, wa'fu anha. aamiin---
Hanya
tinggal setapak, Ramadhan yang Suci berada di sisi..
Segala
fase kehidupan yang terjadi kian menyadarkan diri, bahwa muara dari segala perencanaan
terbaik di bumi, adalah Alloh yang punya Kuasa Hakiki.
Maka
pantaslah Usaha-Doa-Tawakal menjadi kunci, bahwa sejatinya kita, hamba-Nya, kenalah ber-Usaha semaksimal kita bisa,
sebagai bentuk kesungguhan menghamba pada-Nya. BerDoa sekhusyu'nya, sebagai
bentuk kesungguhan mengharap kepada-Nya. Ber-Tawakal dengan penuh berserah
sebagai bentuk kerendahan Hamba pada-Nya.
Karena
memang Alloh Yang Maha Berkehendak, atas torehan kisah di bumi yang kita pijak.
Karena
memang Langit yang punya kuasa, akan bumi yang potensinya adalah sebatas berusaha.
Dan,
inilah saya, yang kian tertegun atas apa yang telah diperbuat,
lebih
banyak mengatur sang Maha Pengatur,
lebih
banyak kecewa akibat jarang melibatkan-Nya,
lebih
sering jumawa padahal ada Allah yang Punya Kuasa.
Allahumma
innaka Afuwun, Tuhibbul Afwa', Fa'fuanhu.
Dan,
Hanya (di)tinggal setapak ini, melalu tulisan ini, kepada siapapun yang mengenal pribadi ini, kepada siapapun
yang menyegaja membaca torehan jemari ini, dengan serendah-rendahnya diri, dengan penuh
pengharapan Ridha Illahi, lapangkan-pintu-Maaf-dengan seikhlas-ikhlasnya. Mohon
maaf lahir maupun batin. pun, InsyaAllah itu berlaku sebaliknya.
"Karena
tak ada yang tau kapan jasad ini akan hilang dari peredaran. Mungkin esok? entahlah.
Maka segala sesuatu yang menyakitkan tolong maafkan. ikhlaskan." -nad-
Kini
tinggal setapak, menuju Ramadhan full barokah. Mari sama2 berlomba-lomba dalam meraih kebaikan. Semoga kita tidak termasuk
dalam golongan orang-orang yang merugi.
Surat
cinta bentuk permohonan maaf untuk semua,
dipenghujung
30 Sya'ban,
@nadya_ff
Sabtu, 19 April 2014
#Keluaraga adalah #Kita
Ini tentang Kita, yang sering-saja-penuh-prasangka. #keluarga
Ini tentang Kita, yang anggap diri benar dan semua salah. #keluarga
Ini tentang Kita, yang dulu setia bersama, tapi kemudian merasa kecewa, hanya karena ada beda. #keluarga
Ini tentang Kita, yang tak mau mengenal lebih dalam. Lbih suka lihat luaran, lebih suka hardik kesalahan. Tanpa mau telusuri lebih dalam. #keluarga
Ini tentang Kita, yg sukanya umbar aib orang, tapi marah tak karuan kala aib sendiri diketahui teman. #keluarga
Ini tentang Kita, yang sukanya mengadu domba manusia-manusia polos nan bersahaja. Terus menerus tanpa takut dosa. #keluarga
Ini tentang Kita, yang manis kala berjumpa, namun menyimpan sejuta prasangka dan praduga. Tidak tahukah bahwa itu sebagian dari dosa? #keluarga
...
Teruntuk Kita, Mari berdamai pada hati yg sudah lama enggan saling sapa. Biarkan hati mencari ketenangannnya. #keluarga
Teruntuk Kita, mari luangkan waktu utk saling mengenal, saling terbuka. Saling merendah karena yg Maha Tinggi hanyalah Allah. #keluarga
Teruntuk Kita, mari bersikap dewasa untuk mau saling terima apa adanya. Toh, kurang lebih Kita semua punya. Saling melengkapi, itulah #keluarga
Teruntuk Kita, lepas ego tidaklah menurunkan wibawa. Justru itu penunjuk sikap yg mulia. Mau mengatur, haruslah ikhlas diatur. #keluarga
Teruntuk Kita, akan indah dirasa Kita, kala aku-kamu benar-benar membaur menjadi Kita. Karena #keluarga adalah Kita.
Kita... Keluarga... bermakna aku-kamu-meraka, tak ada sekat, sehangat sahabat.
Langganan:
Postingan (Atom)







