Kamis, 19 Maret 2015

Indonesia, Tanah Air Beta..


Indonesia, Tanah Air Beta..
Permai nan hijau pemandangannya,
Bersih nan rapih tata kotanya,
Harmonis nan bertanggung jawab pemerintahannya,
Edukatif nan menarik media-medianya,
Adil nan amanah pemimpin-pemimpinnya,
Sejahtera nan makmur rakyat-rakyatnya,
Anak-anaknya ceria.. remajanya santun nan ramah.. dewasanya mandiri penuh karya.
Bahagia, aku disana.

..
Indonesia, Tanah Air Beta..
Koruptor (dibiarkan) merajalela,
Harga BBM naik disulap jadi mini drama penipu masa,
Keamanan terenggut atas nama Begal dimana-mana,
Liberalisme melebur, menari indah atas nama MEA,
Pendidikan kian keropos sistemnya,
Pemerintahannya pandai berdrama, memainkan media sebagai panggungnya, kepentingan sebagai skenarionya, dan kekuasaan sebagai harga capaiannya..
Rakyatnya sengsara.. Mati sendiri. tak ada yang peduli.
Anak-anaknya bergaya remaja.. Remajanya berlagak dewasa.. peringainya lebih tua dari sang usia.
Bahagia(kah), aku disana (?)

..
Indonesia, Tanah Air Beta..
Sampai kapan Indonesia Beta sengsara,
Katanya Merdeka tapi nyatanya terjajah,
Asing berkuasa, rakyat menjadi budak tak terbantah,
Jkw-JK (katanya) adalah Kita.. padahal nyatanya kian (menjadi) Mereka.
Mereka sibuk sendiri, Kita sengsara sendiri.
..

Indonesia, seakan bukan Tanah Air Beta..
..
Atau, Indonesia, memang (sudah) bukan Tanah Air Beta (?)

---
*Bait pertama adalah angan
*Bait kedua adalah kenyataan
*Bait ketiga adalah kemarahan

Minggu, 15 Februari 2015

2014; Tentang keluarga

Bukan sebuah keterlambatan untuk menelusuri setahun kemarin.
2014. Menjadi tahun terbentuknya banyak memori. Banyak kisah. Banyak pencapaian.... pun tak luput dari kegagalan. Dan yang berkesan ialah banyak bertambah Keluarga.
...



Pra Raker BEMFT 14'

Tergabung dalam #KeluargaBiru BEMFT 2014 merupakan salah satu kenikmatan berkawan. Banyak karakter yg saya jumpai. Banyak Tanggung jawab yg saya tangani. Banyak hati.. yg sulit diselami. Menjalani proker bukan (lagi) menjadi sebuah kesulitan yg harus dipusingkan. Terlebih, memperkokoh silaturrahim-lah yg menjadi harga juang di dalam #Keluarga ini. 

Ditambah, tergabung dalam jajaran BPH BEMFT
semakin menambah 'koleksi pertemanan' baru lintas jurusan yg intensif berinteraksi. #BPHebat... kami menamai diri. Disana, awal pembelajaran intensif saya terkait gaya komunikasi dengan senyawa-senyawa hebat yang punya banyak sisi kurang dan lebih. Kemudian, satu keluarga lagi disana yg teramat saya cintai. Dialah... #KeluargaHebat PSDM BEMFT, ini menjadi
salah satu alasan penting kenapa saya terus memupuk semangat berkontribusi. Wajah-wajah tangguh mereka, perilaku-perilaku tangkas mereka, dan.. hati-hati tajam mereka yg membuat saya kian semangat menyelami ilmu persaudaraan. Bahwa perasaan selalu harus dikendalikan dalam bergerak berkontribusi. Keluarga yang sungguh kaya akan dinamika persaudaraan teramat terasa. Bersyukur tiada henti bisa menyelami pelangi ukhuwwah disana.





.......

Husam-Gia-Syahidah-Nadya-Alfian
Milka-Nadya-Syahidah-Pungki
Husam-Naufal-Alfian (minus Irvandi)

Lalu,
Tergabung dikepanitiaan PKMU 2014 mempertemukan saya dengan sosok-sosok luar biasa dengan kultur dan karakter yg khas. Terkhusus, Keluarga (Tim) Penggerak PKMU 2014 (re : Sie. Acara) yg isinya kepala-kepala berpemikiran liar nan cerdas membuat saya semakin bersyukur dapat disandingkan dengan mereka. Banyak ilmu saya dapat dari pertemanan lintas fakultas ini. Profesionalitas waktu, kerja, tenaga, seakan menjadi ajang bukti pembekalan ilmu kala di "fakultas/jurusan" "kemarin". Dan istimewanya, kami berteman bukan asas kerja sama semata, tapi karena persaudaraan iman, keterikatan hati, bahwa sampai hari ini pun kami masih memupuk persaudaraan itu. Masih tersulam rindu itu. Masih penuh harap utk bisa berkumpul sekedar utk tertawa bersama. Masih ada sapa, walau hanya dr kejauhan lewat si maya. Kami, masih Keluarga hingga detik ini.


.....
Armia-Ayu-Nadya-Fildzah-Robbi
Kemudian,
PKL. Kali ini dari sisi akademik. Bekerja selama 2 bulan menjadi waktu pengaplikasian ilmu yang didapat selama kuliah. Bersinggungan langsung dengan 'pekerjaan beneran' menjadi pecutan untuk si manja yang malas. Dunia IT tak serumit yg diperkirakan, walau tak semudah yg diharapkan. "Deadline" menjadi "hantu" nyata yang selalu menggelisahkan tidur. Asap rokok menjadi kawan pekanan kala menghadap si bos utk sekedar berkonsultasi atau menyerahkan proyek akhir. Tapi, kisah romantis tersulam. Kala setiap pekannya beriringan motor Rawamangun-Mampang. Kala matahari nampak hingga gelap pekat. Kadang harus menembus rintik, atau panas terik. Kekeluargaan amat terbangun, baik antar kami si tim PKL, ataupun dengan mereka si Tim pekerja beneran. Mas-mas programmer sangat ramah nan sabar meladeni canggung nya kami, memberikam banyak ilmu terapan yg sangat berkesan... jauh dari teori yg penuh kenyamanan. Dunia kerja sesungguhnya benar-benar terasa, namun karena Keluarga , ini menyuguhkan kenyamanan bekerja. ~

.......

Selanjutnya,
PKM di SMKN 1 Kota Bekasi. Tahun ini menjadi yang berkesan ketika memperingati 'Hari Guru'. Berkesempatan menjadi 'Guru beneran' yang disibukan dengan mengajar-menyiapkan materi-piket-membuat administrasi sekolah-dsb membuat begitu terasa esensi menjadi seorang pendidik. Bertemu dengan 64an kepala yang selalu antusias dengan materi yang Saya ajarkan menjadi satu semangat yang terus mengepul.

Senyum mereka sungguh menjadi energi yang memotivasi diri untuk bisa terus memberikan ilmu yang bermanfaat. Kepahaman mereka akan ilmu yang diberikan menjadi satu kepuasan maksimal kala mengajar. Kekeluargaan kian terasa ketika Saya diposisikan menjadi Kakak bagi mereka. Ada yang tak sungkan cerita kisah cintanya, kondisi keluarganya, karakter guru-guru yang mengajar... apapun. Keluarga RPL A-B sungguh banyak cerita. Tak lebih dari 5bulan saya disana untuk mengabdi, singkat memang namun mampu menciptakan haru kala pisah menyapa. Semoga ilmu yang saya berikan bermanfaat bagi mereka dan semoga mereka menjadi yang Sukses nantinya di masa depan. aamiin.

..........

Berikutnya,
FT English Club. It's like a Dreams-Come-True. Why ?
Menjadi ex-Ketua English Club kala SMA dulu menyisakan euforia berkesan yang tak bisa dilewatkan begitu saja. Namun, masuk di dunia kampus -dan memilih aktif di organisasi- membuat potensi itu (terpaksa) terkikis perlahan tapi pasti. Beruntunglah, di tahun ke-tiga Alloh memberi
kesempatan (lagi) untuk membangunkan potensi lama yang dipaksa tidur. Lewat salah satu teman terbaik, Saya pun berkesempatan untuk ikut terlibat dalam mendirikan Club B. Inggris pertama di FT UNJ, named FT English Club. Seperti api yang diberi minyak, kilauan semangat bersambutan dalam diri ini. Sesekali kenangan euforia masa lalu menghampiri. Hingga singkat cerita, terbentuklah Great Family of FT English Club, yang terdiri dari lintas angkatan, lintas jurusan (bahkan fakultas), #Keluarga baru pecinta bahasa Inggris. We talk, We Share, We Learn, whatever bout english. Kami tersatukan atas satu landasan... Lovito Englisho ~! <3
..........

Diakhir tahun, terbentuk satu keluarga tambahan.. #RIuntukUNJ. Tim ini lebih dari Tim Sukses
Winda-Asih-Mukti-Ana-Ayu-Unuy-Nadya-Eha
Ote-Alfian-Irvandi-Ronny-Jekboy (minus Riza-Faisal)
belaka. Kita tergabung dalam keberagaman warna karakter. Tim #RIuntukUNJ menjadi fenomenal karena merupakan Tim Sukses dari salah satu kandidat peserta pemilu BEM UNJ 2014 kala itu. Terlepas dari kepentingan politik yang awal mempertemukannya, ukhuwwah kami tercipta seiring berjalannya waktu. Selalu hadir keceriaan ketika duduk bersama. Selalu timbul kerinduan kala tak jumpa barang sehari saja. Ah, inilah bukti kemurnian persaudaraan.

.........

Dan,
(masih) banyak lagi #keluarga yang tercipta seiring bergeraknya langkah.
Bersyukur, kala dapat menciptakan banyak saudara disetiap jejak yang ada.
Teringat kutipan dari salah satu buku yang saya baca... bahwa sebaik-baiknya investasi adalah menjalin persaudaraan dengan makhluk Allah disetiap hamparan bumi-Nya. sehingga esok lusa jika ada butuh, kita punya banyak saudara yang siap bantu. ~

...

Bertebaranlah di bumi,
Telusuri harta persaudaraan dari Ilahi,
Ia memperpanjang umur kala diselami,
Saudara seiman, ia dinamai.
Maka aku bersyukur hari ini,
bisa bertemu dengan keluarga disana sini.

@nadya_ff

#KelargaBiru itu tetap Keluargaku..

setelah pendemisioneran ~

lewat editan gambar ini... setidaknya kita (pernah) full team :')

kiri-kanan : anwar nadya irra syahidah jekboy. masih gak full team ~

BPHebat feat beberapa staff ~




Tepat 14 Februari, Pendemisioneran BEMFT 2014 terlaksana.
Sekarang dan seterusnya, udah bukan KaDept PSDM BEMFT lagi, hihi.
Sungguh bersyukur, pernah tergabung dalam jajaran keluarga ini.
Semoga segala laku kebermanfaatan setahun silam bernilai ibadah.
Semoga segala laku kekhilafan setahun silam tak membekas luka dihati mereka.

..
Bangga pernah menjadi Ka. Dept. yang secara sejarah belum pernah di isi cewek, #eyaaak
semoga kebanggaan ini tidak mengarah pada kesombongan belaka, #na'udzubillahimindzalik.

..
Bangga berjajaran dengan kamu... #BPHebat BEMFT 14' (walopun gak ada romantis2nya, haha ~)
Bangga membersamai kamu... #KeluargaHebat PSDM BEMFT 14' (walopun hampir belum pernah kumpul full team, fufu ~)
Bangga tergabung dengan kamu... #KeluargaBiru BEMFT 14' (walopun banyak yang maju mundur cantik, ihiiw ~)

..
Regards,
Spirit In Harmony !


Selasa, 20 Januari 2015

Aku.

Aku lemah menjadi aku.
Aku tak pernah sehebat aku.
Aku terperdaya karena aku.
Aku... tak taulah siapa aku.
Aku.. tetaplah aku. Dengan segala lemahku. Yang tak sebanding Hebat(mu).

Senin, 12 Januari 2015

Beramai. Bukan sendiri.


Basahnya bumi masih terasa karenanya.

Ia datang tak satu dua.

Beramai, kompak sekali.

...

Turunnya membasahi.

Hadirnya menyejukan hati.

Ia beramai, bukan sendiri.

....
karena Bersama itu bersulam ukhuwwah, membawa kabar gembira, dalam naungan Dakwah. ~

Sabtu, 29 November 2014

*Hari GURU, 25 November 2014*


Ini tentang satu hari setelahnya, Rabu, 26 Desember 2014.
Inilah salah satu rekam keceriaan kami (terakhir) di kelas yang..... saya terlanjur jatuh cinta disana.
Jelaslah terasa, mengapa Guru begitu dicintai muridnya, mengapa Guru begitu ditiru lakunya.
Tak lain..
Karena dampak totalitas pengabdiannya.
Karena optimalitas ingin berbagi ilmu semata.
Karena, ada kebahagiaan kala melihat anak didiknya lebih hebat dr dirinya.
Dan,
'Hari Guru' tahun ini, teramat sangat berbeda..
Esensinya begitu terasa.
Kala, berkesempatan menjadi Guru dihadapan mereka.
Selamat utkmu Guru, cukuplah Jannah-Nya yg pantas menjadi hadiahmu, akan keikhlasan abdimu, dulu, kini, dan nanti.

Sabtu, 26 Juli 2014

Dipenghujung 29 #Ramadhanku, ~


Memasuki detik akhir. Yep, 29. #Ramadhanku
Begitu banyak rangkaian episode terputar kali ini. Berbagai aktor, berbagai cerita. #Ramadhanku
Mulai dari piala dunia, yang hampir berhasil mengganggu jam tidur sebagian manusia.. yang sedihnya mengganggu ke-khusyuk-an sahur juga. #Ramadhanku
Kemudian, ada pula ajang demokrasi  5 tahunan -pilpres- yang kali ini menguras emosi & perasaan. Tak jarang jadi ajang fitnah sana sini. #Ramadhanku
Membanggakan jagoan dengan merendahkan lawan..  Padahal yang dijagokan saling bersalaman. Hanya tambah dosa lisan perbuatan. its a democrazy. #Ramadhanku
Selanjutnya, yang sampai hari ini terjadi, yang sampai hari ini memilukan hati, ialah Gaza yang tumpah ruah darah, yang kian terkikis karena orang2 bengis. #Ramadhanku
Langit menyala2. Jeritan2 manusia memekikan telinga. Tak ada tempat berbuka yang nyaman. Tak ada tempat sahur yang aman. #Gaza #Ramadhanku
Mayat wanita & anak2 bergelimpangan, namun mereka brdalih bilang itu-salah-sasaran. Bom bagai hujan. Darah bagai sungai. Perih kawan! #Gaza #Ramadhanku
Itu semua tadi, adalah cuplikan Ramadhan tahun  ini. Itu semua tadi, adalah cuplikan-Ramadhan-tahun-ini. #Ramadhanku
Spesial sekali. Ada ladang dosa kala berghibah, asyik bicarakan tabiat buruk capres kubu lawannya yang sebenarnya (mungkin) tidak didasarkan fakta...
....ada juga ladang Pahala berlimpah ruah bertabur berkah, kala mau memberikan rezekinya utk saudara2 kita di Palestine sana. Di Gaza sana.
Itu semua tadi.. Ya, Spesial sekali, bung! Tahun ini, #Ramadhanku spesial sekali!
Tapi sayang... Sungguh sayang, bung. Aku hanya sibuk urusi duniaku. Aku-hanya-Sibuk-kejar-targetan-ku. Targetan-dunia-ku. #Ramadhanku
Orientasiku hanya kertas berisi list-list duniawi. Yang ketika berhasil ter 'Checked', kehabagiaannya hanya sesaat terasa. #Ramadhanku
Aku...... Sibuk sendiri. #Ramadhanku
Hingga  akhirnya, seperti anak manja yang keluar dari selimut tidurnya, membuka jendela, lantas tersadar bahwa..... O Allah, #Ramadhanku akan pergi!
Panik. Ya, Panik. #Ramadhanku
Tapi seketika, #Ramadhanku berujar lembut.. "Aku tak (akan) pernah pergi.  Bahwa engkau saja yang selama ini sibuk sendiri."  Aku? Hening. ~
#Ramadhanku pun berujar lembut lagi..  Bahwa engkau masih punya waktu, untuk  bermesra denganku, menjadikanku media bercengkrama dgn-Nya. O Allah..
Maka,tersadarlah aku,bumi-Nya yang megah selalu menanti kening2 untuk bersujud pasrah. Langit-Nya yang luas selalu menanti uraian doa2 penuh pinta. #Ramadhanku
Tapi, selama ini, akunya saja yang pergi.. akunya saja yang lari. Itu tadi, karena-sibuk-sendiri-urus-duniawi, yang tak akan pernah ada habisnya kala dicari. #Ramadhanku
Bumi tetap beredar, Langit tetap mngangkasa.. artinya masih menanti kening kita, doa kita.. Ya, masih ada waktu. #Ramadhanku blm benar2 berlalu.
Menuju akhir, tapi belum benar2 berakhir. Masih ada kesempatan , dear :') grab it! #Ramadhanku
Toh, kala beradu pada pacuan kuda, mendekati finish kita perkuat laju. Buka menyesali lambatnya lalu. #Ramadhan
Maka, Bismillah, masih ada beberapa waktu, sebelum semua benar-benar berlalu… #Ramadhanku
Pun, kala semua memang harus berlalu, Semoga bukan penyesalan yang kita rengkuh. #Ramadhanku
Akhirul kalam, Taqobalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa shiyamakum. Allauhummaa aamiin.. #Ramadhanku

Ini kisah 'aku' di #Ramadhanku.  Jika ada kesamaan rasa, ah, semoga Alloh ampuni kita semua..
Powered By Blogger