Minggu, 15 Februari 2015

2014; Tentang keluarga

Bukan sebuah keterlambatan untuk menelusuri setahun kemarin.
2014. Menjadi tahun terbentuknya banyak memori. Banyak kisah. Banyak pencapaian.... pun tak luput dari kegagalan. Dan yang berkesan ialah banyak bertambah Keluarga.
...



Pra Raker BEMFT 14'

Tergabung dalam #KeluargaBiru BEMFT 2014 merupakan salah satu kenikmatan berkawan. Banyak karakter yg saya jumpai. Banyak Tanggung jawab yg saya tangani. Banyak hati.. yg sulit diselami. Menjalani proker bukan (lagi) menjadi sebuah kesulitan yg harus dipusingkan. Terlebih, memperkokoh silaturrahim-lah yg menjadi harga juang di dalam #Keluarga ini. 

Ditambah, tergabung dalam jajaran BPH BEMFT
semakin menambah 'koleksi pertemanan' baru lintas jurusan yg intensif berinteraksi. #BPHebat... kami menamai diri. Disana, awal pembelajaran intensif saya terkait gaya komunikasi dengan senyawa-senyawa hebat yang punya banyak sisi kurang dan lebih. Kemudian, satu keluarga lagi disana yg teramat saya cintai. Dialah... #KeluargaHebat PSDM BEMFT, ini menjadi
salah satu alasan penting kenapa saya terus memupuk semangat berkontribusi. Wajah-wajah tangguh mereka, perilaku-perilaku tangkas mereka, dan.. hati-hati tajam mereka yg membuat saya kian semangat menyelami ilmu persaudaraan. Bahwa perasaan selalu harus dikendalikan dalam bergerak berkontribusi. Keluarga yang sungguh kaya akan dinamika persaudaraan teramat terasa. Bersyukur tiada henti bisa menyelami pelangi ukhuwwah disana.





.......

Husam-Gia-Syahidah-Nadya-Alfian
Milka-Nadya-Syahidah-Pungki
Husam-Naufal-Alfian (minus Irvandi)

Lalu,
Tergabung dikepanitiaan PKMU 2014 mempertemukan saya dengan sosok-sosok luar biasa dengan kultur dan karakter yg khas. Terkhusus, Keluarga (Tim) Penggerak PKMU 2014 (re : Sie. Acara) yg isinya kepala-kepala berpemikiran liar nan cerdas membuat saya semakin bersyukur dapat disandingkan dengan mereka. Banyak ilmu saya dapat dari pertemanan lintas fakultas ini. Profesionalitas waktu, kerja, tenaga, seakan menjadi ajang bukti pembekalan ilmu kala di "fakultas/jurusan" "kemarin". Dan istimewanya, kami berteman bukan asas kerja sama semata, tapi karena persaudaraan iman, keterikatan hati, bahwa sampai hari ini pun kami masih memupuk persaudaraan itu. Masih tersulam rindu itu. Masih penuh harap utk bisa berkumpul sekedar utk tertawa bersama. Masih ada sapa, walau hanya dr kejauhan lewat si maya. Kami, masih Keluarga hingga detik ini.


.....
Armia-Ayu-Nadya-Fildzah-Robbi
Kemudian,
PKL. Kali ini dari sisi akademik. Bekerja selama 2 bulan menjadi waktu pengaplikasian ilmu yang didapat selama kuliah. Bersinggungan langsung dengan 'pekerjaan beneran' menjadi pecutan untuk si manja yang malas. Dunia IT tak serumit yg diperkirakan, walau tak semudah yg diharapkan. "Deadline" menjadi "hantu" nyata yang selalu menggelisahkan tidur. Asap rokok menjadi kawan pekanan kala menghadap si bos utk sekedar berkonsultasi atau menyerahkan proyek akhir. Tapi, kisah romantis tersulam. Kala setiap pekannya beriringan motor Rawamangun-Mampang. Kala matahari nampak hingga gelap pekat. Kadang harus menembus rintik, atau panas terik. Kekeluargaan amat terbangun, baik antar kami si tim PKL, ataupun dengan mereka si Tim pekerja beneran. Mas-mas programmer sangat ramah nan sabar meladeni canggung nya kami, memberikam banyak ilmu terapan yg sangat berkesan... jauh dari teori yg penuh kenyamanan. Dunia kerja sesungguhnya benar-benar terasa, namun karena Keluarga , ini menyuguhkan kenyamanan bekerja. ~

.......

Selanjutnya,
PKM di SMKN 1 Kota Bekasi. Tahun ini menjadi yang berkesan ketika memperingati 'Hari Guru'. Berkesempatan menjadi 'Guru beneran' yang disibukan dengan mengajar-menyiapkan materi-piket-membuat administrasi sekolah-dsb membuat begitu terasa esensi menjadi seorang pendidik. Bertemu dengan 64an kepala yang selalu antusias dengan materi yang Saya ajarkan menjadi satu semangat yang terus mengepul.

Senyum mereka sungguh menjadi energi yang memotivasi diri untuk bisa terus memberikan ilmu yang bermanfaat. Kepahaman mereka akan ilmu yang diberikan menjadi satu kepuasan maksimal kala mengajar. Kekeluargaan kian terasa ketika Saya diposisikan menjadi Kakak bagi mereka. Ada yang tak sungkan cerita kisah cintanya, kondisi keluarganya, karakter guru-guru yang mengajar... apapun. Keluarga RPL A-B sungguh banyak cerita. Tak lebih dari 5bulan saya disana untuk mengabdi, singkat memang namun mampu menciptakan haru kala pisah menyapa. Semoga ilmu yang saya berikan bermanfaat bagi mereka dan semoga mereka menjadi yang Sukses nantinya di masa depan. aamiin.

..........

Berikutnya,
FT English Club. It's like a Dreams-Come-True. Why ?
Menjadi ex-Ketua English Club kala SMA dulu menyisakan euforia berkesan yang tak bisa dilewatkan begitu saja. Namun, masuk di dunia kampus -dan memilih aktif di organisasi- membuat potensi itu (terpaksa) terkikis perlahan tapi pasti. Beruntunglah, di tahun ke-tiga Alloh memberi
kesempatan (lagi) untuk membangunkan potensi lama yang dipaksa tidur. Lewat salah satu teman terbaik, Saya pun berkesempatan untuk ikut terlibat dalam mendirikan Club B. Inggris pertama di FT UNJ, named FT English Club. Seperti api yang diberi minyak, kilauan semangat bersambutan dalam diri ini. Sesekali kenangan euforia masa lalu menghampiri. Hingga singkat cerita, terbentuklah Great Family of FT English Club, yang terdiri dari lintas angkatan, lintas jurusan (bahkan fakultas), #Keluarga baru pecinta bahasa Inggris. We talk, We Share, We Learn, whatever bout english. Kami tersatukan atas satu landasan... Lovito Englisho ~! <3
..........

Diakhir tahun, terbentuk satu keluarga tambahan.. #RIuntukUNJ. Tim ini lebih dari Tim Sukses
Winda-Asih-Mukti-Ana-Ayu-Unuy-Nadya-Eha
Ote-Alfian-Irvandi-Ronny-Jekboy (minus Riza-Faisal)
belaka. Kita tergabung dalam keberagaman warna karakter. Tim #RIuntukUNJ menjadi fenomenal karena merupakan Tim Sukses dari salah satu kandidat peserta pemilu BEM UNJ 2014 kala itu. Terlepas dari kepentingan politik yang awal mempertemukannya, ukhuwwah kami tercipta seiring berjalannya waktu. Selalu hadir keceriaan ketika duduk bersama. Selalu timbul kerinduan kala tak jumpa barang sehari saja. Ah, inilah bukti kemurnian persaudaraan.

.........

Dan,
(masih) banyak lagi #keluarga yang tercipta seiring bergeraknya langkah.
Bersyukur, kala dapat menciptakan banyak saudara disetiap jejak yang ada.
Teringat kutipan dari salah satu buku yang saya baca... bahwa sebaik-baiknya investasi adalah menjalin persaudaraan dengan makhluk Allah disetiap hamparan bumi-Nya. sehingga esok lusa jika ada butuh, kita punya banyak saudara yang siap bantu. ~

...

Bertebaranlah di bumi,
Telusuri harta persaudaraan dari Ilahi,
Ia memperpanjang umur kala diselami,
Saudara seiman, ia dinamai.
Maka aku bersyukur hari ini,
bisa bertemu dengan keluarga disana sini.

@nadya_ff

#KelargaBiru itu tetap Keluargaku..

setelah pendemisioneran ~

lewat editan gambar ini... setidaknya kita (pernah) full team :')

kiri-kanan : anwar nadya irra syahidah jekboy. masih gak full team ~

BPHebat feat beberapa staff ~




Tepat 14 Februari, Pendemisioneran BEMFT 2014 terlaksana.
Sekarang dan seterusnya, udah bukan KaDept PSDM BEMFT lagi, hihi.
Sungguh bersyukur, pernah tergabung dalam jajaran keluarga ini.
Semoga segala laku kebermanfaatan setahun silam bernilai ibadah.
Semoga segala laku kekhilafan setahun silam tak membekas luka dihati mereka.

..
Bangga pernah menjadi Ka. Dept. yang secara sejarah belum pernah di isi cewek, #eyaaak
semoga kebanggaan ini tidak mengarah pada kesombongan belaka, #na'udzubillahimindzalik.

..
Bangga berjajaran dengan kamu... #BPHebat BEMFT 14' (walopun gak ada romantis2nya, haha ~)
Bangga membersamai kamu... #KeluargaHebat PSDM BEMFT 14' (walopun hampir belum pernah kumpul full team, fufu ~)
Bangga tergabung dengan kamu... #KeluargaBiru BEMFT 14' (walopun banyak yang maju mundur cantik, ihiiw ~)

..
Regards,
Spirit In Harmony !


Selasa, 20 Januari 2015

Aku.

Aku lemah menjadi aku.
Aku tak pernah sehebat aku.
Aku terperdaya karena aku.
Aku... tak taulah siapa aku.
Aku.. tetaplah aku. Dengan segala lemahku. Yang tak sebanding Hebat(mu).

Senin, 12 Januari 2015

Beramai. Bukan sendiri.


Basahnya bumi masih terasa karenanya.

Ia datang tak satu dua.

Beramai, kompak sekali.

...

Turunnya membasahi.

Hadirnya menyejukan hati.

Ia beramai, bukan sendiri.

....
karena Bersama itu bersulam ukhuwwah, membawa kabar gembira, dalam naungan Dakwah. ~

Sabtu, 29 November 2014

*Hari GURU, 25 November 2014*


Ini tentang satu hari setelahnya, Rabu, 26 Desember 2014.
Inilah salah satu rekam keceriaan kami (terakhir) di kelas yang..... saya terlanjur jatuh cinta disana.
Jelaslah terasa, mengapa Guru begitu dicintai muridnya, mengapa Guru begitu ditiru lakunya.
Tak lain..
Karena dampak totalitas pengabdiannya.
Karena optimalitas ingin berbagi ilmu semata.
Karena, ada kebahagiaan kala melihat anak didiknya lebih hebat dr dirinya.
Dan,
'Hari Guru' tahun ini, teramat sangat berbeda..
Esensinya begitu terasa.
Kala, berkesempatan menjadi Guru dihadapan mereka.
Selamat utkmu Guru, cukuplah Jannah-Nya yg pantas menjadi hadiahmu, akan keikhlasan abdimu, dulu, kini, dan nanti.

Sabtu, 26 Juli 2014

Dipenghujung 29 #Ramadhanku, ~


Memasuki detik akhir. Yep, 29. #Ramadhanku
Begitu banyak rangkaian episode terputar kali ini. Berbagai aktor, berbagai cerita. #Ramadhanku
Mulai dari piala dunia, yang hampir berhasil mengganggu jam tidur sebagian manusia.. yang sedihnya mengganggu ke-khusyuk-an sahur juga. #Ramadhanku
Kemudian, ada pula ajang demokrasi  5 tahunan -pilpres- yang kali ini menguras emosi & perasaan. Tak jarang jadi ajang fitnah sana sini. #Ramadhanku
Membanggakan jagoan dengan merendahkan lawan..  Padahal yang dijagokan saling bersalaman. Hanya tambah dosa lisan perbuatan. its a democrazy. #Ramadhanku
Selanjutnya, yang sampai hari ini terjadi, yang sampai hari ini memilukan hati, ialah Gaza yang tumpah ruah darah, yang kian terkikis karena orang2 bengis. #Ramadhanku
Langit menyala2. Jeritan2 manusia memekikan telinga. Tak ada tempat berbuka yang nyaman. Tak ada tempat sahur yang aman. #Gaza #Ramadhanku
Mayat wanita & anak2 bergelimpangan, namun mereka brdalih bilang itu-salah-sasaran. Bom bagai hujan. Darah bagai sungai. Perih kawan! #Gaza #Ramadhanku
Itu semua tadi, adalah cuplikan Ramadhan tahun  ini. Itu semua tadi, adalah cuplikan-Ramadhan-tahun-ini. #Ramadhanku
Spesial sekali. Ada ladang dosa kala berghibah, asyik bicarakan tabiat buruk capres kubu lawannya yang sebenarnya (mungkin) tidak didasarkan fakta...
....ada juga ladang Pahala berlimpah ruah bertabur berkah, kala mau memberikan rezekinya utk saudara2 kita di Palestine sana. Di Gaza sana.
Itu semua tadi.. Ya, Spesial sekali, bung! Tahun ini, #Ramadhanku spesial sekali!
Tapi sayang... Sungguh sayang, bung. Aku hanya sibuk urusi duniaku. Aku-hanya-Sibuk-kejar-targetan-ku. Targetan-dunia-ku. #Ramadhanku
Orientasiku hanya kertas berisi list-list duniawi. Yang ketika berhasil ter 'Checked', kehabagiaannya hanya sesaat terasa. #Ramadhanku
Aku...... Sibuk sendiri. #Ramadhanku
Hingga  akhirnya, seperti anak manja yang keluar dari selimut tidurnya, membuka jendela, lantas tersadar bahwa..... O Allah, #Ramadhanku akan pergi!
Panik. Ya, Panik. #Ramadhanku
Tapi seketika, #Ramadhanku berujar lembut.. "Aku tak (akan) pernah pergi.  Bahwa engkau saja yang selama ini sibuk sendiri."  Aku? Hening. ~
#Ramadhanku pun berujar lembut lagi..  Bahwa engkau masih punya waktu, untuk  bermesra denganku, menjadikanku media bercengkrama dgn-Nya. O Allah..
Maka,tersadarlah aku,bumi-Nya yang megah selalu menanti kening2 untuk bersujud pasrah. Langit-Nya yang luas selalu menanti uraian doa2 penuh pinta. #Ramadhanku
Tapi, selama ini, akunya saja yang pergi.. akunya saja yang lari. Itu tadi, karena-sibuk-sendiri-urus-duniawi, yang tak akan pernah ada habisnya kala dicari. #Ramadhanku
Bumi tetap beredar, Langit tetap mngangkasa.. artinya masih menanti kening kita, doa kita.. Ya, masih ada waktu. #Ramadhanku blm benar2 berlalu.
Menuju akhir, tapi belum benar2 berakhir. Masih ada kesempatan , dear :') grab it! #Ramadhanku
Toh, kala beradu pada pacuan kuda, mendekati finish kita perkuat laju. Buka menyesali lambatnya lalu. #Ramadhan
Maka, Bismillah, masih ada beberapa waktu, sebelum semua benar-benar berlalu… #Ramadhanku
Pun, kala semua memang harus berlalu, Semoga bukan penyesalan yang kita rengkuh. #Ramadhanku
Akhirul kalam, Taqobalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa shiyamakum. Allauhummaa aamiin.. #Ramadhanku

Ini kisah 'aku' di #Ramadhanku.  Jika ada kesamaan rasa, ah, semoga Alloh ampuni kita semua..

Sabtu, 28 Juni 2014

Dipenghujung 30 Sya'ban.. ~

Hanya tinggal setapak, Ramadhan yang Mulia menyapa..
banyak kisah berdenyut, banyak air mata terurai,
banyak episode berubah haluan, banyak fase hidup berubah perkiraan

Hanya tinggal setapak, Ramadhan yang Berkah menghampiri..
episode kehidupan berkisah lain, teruntuk mereka.. yang telah dipanggil-Nya.
"Sahabatku Windya, tak ada perkenalan yang mendalam memang di antara kita.  sesekali canda saja yang membuat kita tertawa bersama. Kau selalu dikelilingi sosok sahabat-sahabat sejati yang setia.
Cukuplah membuatku menilai engkau adalah teman yang kaya akan persahabatan dan cinta."

"Adikku Malla, Alloh buktikan bahwa jodoh pasti bertemu. Pertemuan singkat di SMP kala itu, Alloh sambung kemudian di musolah kecil tempo lalu. Siapa sangka, kita kembali menjadi 'senior-junior' di kampus hijau ini. Tatapan mu yg teduh, sapaanmu yang lembut, dan keantusiasanmu untuk terus mau belajar sering menjadi daya tarik tersendiri ketika berbincang dengan mu. Banyak yang kehilangan, bukan hanya jasadmu, tapi kebermanfaatanmu.Cukuplah itu menjadi bukti keshalihanmu, adikku."


---Allahummagfirlaha, warhamha, wa'aafiha, wa'fu anha. aamiin---

Hanya tinggal setapak, Ramadhan yang Suci berada di sisi..
Segala fase kehidupan yang terjadi kian menyadarkan diri, bahwa muara dari segala perencanaan terbaik di bumi, adalah Alloh yang punya Kuasa Hakiki.  
Maka pantaslah Usaha-Doa-Tawakal menjadi kunci, bahwa sejatinya kita, hamba-Nya,  kenalah ber-Usaha semaksimal kita bisa, sebagai bentuk kesungguhan menghamba pada-Nya. BerDoa sekhusyu'nya, sebagai bentuk kesungguhan mengharap kepada-Nya. Ber-Tawakal dengan penuh berserah sebagai bentuk kerendahan Hamba pada-Nya.
Karena memang Alloh Yang Maha Berkehendak, atas torehan kisah di bumi yang kita pijak.
Karena memang Langit yang punya kuasa, akan bumi yang potensinya adalah sebatas  berusaha.

Dan, inilah saya, yang kian tertegun atas apa yang telah diperbuat,
lebih banyak mengatur sang Maha Pengatur,
lebih banyak kecewa akibat jarang melibatkan-Nya,
lebih sering jumawa padahal ada Allah yang Punya Kuasa.
Allahumma innaka Afuwun, Tuhibbul Afwa', Fa'fuanhu.

Dan, Hanya (di)tinggal setapak ini, melalu tulisan ini, kepada siapapun yang  mengenal pribadi ini, kepada siapapun yang menyegaja membaca torehan jemari ini,  dengan serendah-rendahnya diri, dengan penuh pengharapan Ridha Illahi, lapangkan-pintu-Maaf-dengan seikhlas-ikhlasnya. Mohon maaf lahir maupun batin. pun, InsyaAllah itu berlaku sebaliknya.

"Karena tak ada yang tau kapan jasad ini akan hilang dari peredaran. Mungkin esok? entahlah. Maka segala sesuatu yang menyakitkan tolong maafkan. ikhlaskan." -nad-

Kini tinggal setapak, menuju Ramadhan full barokah. Mari sama2 berlomba-lomba dalam  meraih kebaikan. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi.

Surat cinta bentuk permohonan maaf untuk semua,
dipenghujung 30 Sya'ban,

@nadya_ff
Powered By Blogger